INDONESIA SEBAGAI PARU-PARU DUNIA

SALAM LESTARI!!!

Seperti julukannya sebagai paru-paru dunia, karena luas hutannya, sekitar 40,8 juta hektar. Sayangnya laju deforestasi (penggundulan hutan) di Kalimantan makin cepat. Menurut data yang dikeluarkan Departemen Kehutanan, angka deforestasi di Kalimantan pada 2000 sampai dengan 2005 mencapai sekitar 1,23 juta hektare. Artinya sekitar 673 hektare hutan di Kalimantan mengalami deforestasi setiap harinya pada periode tersebut. Luas hutan di seluruh provinsi yang ada di Kalimantan mencapai sekitar 40,8 juta hektare. Sementara itu menurut Greenpeace, hutan di Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta di tahun 2010.

Data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar/tahun. Tingginya laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record menganugrahi Indonesia sebagai negara yang laju kerusakan hutannya tercepat di dunia. Sebuah prestasi yang tidak patut untuk dibanggakan.

Deforestasi di Indonesia disebabkan oleh industri kayu yang semakin mempersempit hutan alami. Pengalihan fungsi (konversi) hutan untuk perkebunan kelapa sawit juga memberikan kontribusi besar terhadap semakin derasnya laju deforestasi. Konversi hutan menjadi area perkebunan sawit telah merusak lebih dari 7 juta hektar hutan sampai pada tahun 1997.

 

Berkurangnya luasan dan kualitas hutan di Kalimantan menjadi ancaman serius bagi berbagai jenis satwa langka di Kalimantan, antara lain orangutan, bekantan, beruang madu dan berbagai jenis owa. Satwa langka itu kondisinya terjepit diantara menyempitnya hutan yang menjadi habitat mereka dan perburuan liar.

 

Adapiun berbagai macam aktivitas manusia yang harus merelakan lahan hutan dibabat seperti penebangan hutan, proyek transmigrasi, pembukaan lahan, sampai proyek pemukiman baru. Dengan baru-baru ini hutan Kalimantan mengalami bencana yakni kebakaran yang member dampak kepada penduduk Indonesia bahkan luar negeri, semua aktivitas sehari-hari terhambat, banyaknya jumlah penduduk yang terserang penyakit pernapasan seperti asma, tbc, paru-paru. Bahkan penebangan hutan yang dilakukan perusahaan asing untung membuat kertas dengan menghabiskan hutan beribu-ribu hektar pertahun

 

Adakah hatimu tergerak untuk perubahan kecil?

Bukan hanya pemerintah,mentri- mentri, pejabat,  dan  para pembisnis yang harus bertanggung jawab atas kerusakan hutan bro, melaikan para dimulai dari kalian yang berjiwa muda. Mulailah sadar hai para pemuda akan segala aktivitas yang dapat memberi dampak negative pada dunia terutama Indonesia seperti buang sampah sembarangan dimanapun itu bahkan di gunung, di tempat wisata, bahkan di sekitar.

GERAKKAN HATIMU TEMAN….

SALAM LESTARI!!!

OXY 35-365

Iklan

Gn. Merbabu (3.142 mdpl)

Gunung Merbabu merupakan gunung bertipe strato terletak di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.142 mdpl pada puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo dan gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan terakhir meletus pada tahun 1797.

Terdapat 2 buah puncak yakni puncak Syarif (3119m) dan puncak Kenteng Songo (3142m). Puncak Gn.Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, (Kopeng / Salatiga) Wekas (Kaponan / Magelang) atau dari selo (Boyolali). Banyak terdapat gunung disekitar gunung Merbabu, diantaranya Gn. Merapi, Gn.Telomoyo, Gn.Ungaran. Gunung Merbabu ini membentuk garis deretan gunung berapi ke arah utara Merapi – Merbabu – Telomoyo – Ungaran.

Keindahan di Gunung Merbabu akan menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan.  PENBOX 2015 nanti akan melewati jalur Cunthel. Untuk mencapai puncak dari basecamp Cunthel akan melewati  4 Pos, yaitu Pos 1 – Watu Putut, Pos 2 – Kedongan, Pos 3 – Kergo Pasar, dan Pos 4 – Pemancar dan sebelum sampai  Pos 1 terdapat  dua pos bayangan. Di sepanjang perjalanan, pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan yang begitu indah.  Terdapat banyak pohon pinus, backgorund hijau kombinasi biru, lautan awan, hamparan edelweis, dan pada malam hari akan melihat berjuta bintang terbentang di langit yang menakjubkan.

 

AKSI SEDERHANA MENGADAPI PERUBAHAN IKLIM

Salam Lestari!

Perubahan iklim sudah sangat jelas, kita sudah merasakan sendiri efeknya. Dalam segi mikro maupun makro. Sudah saatnya kita beraksi nih dengan cara cara sederhana ajadeh, begini contohnya

  1. Makanlah dengan Bijaksana, caranya:
  • Habiskan Makanan. Makanan yang tidak terbuang saat tidak dihabiskan di TPA merupakan salah satu sumber utama gas rumah kaca. Ada baiknya jika kira-kira tidak bisa menghabiskan makanan ambilah sesuai porsinya serta bagikan kepada orang lain yang memerlukan. Dengan berbagi makanan kelaparan di dunia akan berkurang bahkan teraratasi. Selain itu, kita turut membersihkan lingkungan dengan tidak membuang sisa makanan.
  1. Cerdas Menggunakan Energi
  • Maksimalkan pencahayaan dari alam. Optimalin aja warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela kos/kamar.
  • Bawa tas yang bisa dipakai ulang seperti hoodie bag Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan.
  1. Menggunakan Air dengan Bijak
  • Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan Anda dan mendukung kebijakan air yang berkelanjutan
  1. Bertransportasi dengan Bijak.

Transportasi kendaraan umum adalah hal yang sangat  cepat dalam mempengaruhi perubahan iklim karena kandungan CO2 nya.

  • Pake sepeda atau berjalan kakilah ke kampus atau tempat lain, tinggalin aja motor/mobil anda. Dan apabila terpaksa, anda bisa bonceng kepada teman anda.
  1. Memeriksa Tong Sampah

mayoritas sampah berakhir dalam tong sampah, sekitar 25 persen emisi gas disebabkan sampah yang ada di tempat pembuangan sampah. berikut yang bisa kita lakukan dengan sampah-sampah tersebut:

  • Recycle, mendaur ulang kembali sampah sampah yang bisa dipergunakan kembali seperti sampah plastik. kalau kita tidak bisa mendaur ulangnya berikan saja kepada pengrajin untuk mendaur ulang.
  • Kompos, memilah sampah yang bisa dibuat jadi kompos seperti sampah makanan yang umumnya hingga 40% berada di tempat pembuangan sampah. kompos ini sangat baik sebagai pupuk tanaman.
  1. Bergabung dalam Perubahan

Bersama-sama, kita dapat memerangi perubahan iklim: Membuat suara Anda didengar dan bergabung dengan warga terkait lainnya dengan contohnya orasi atau aksi yang termasuk komunikasi massa.

 

  1. Mendukung dan Memberikan Donasi

Banyak sekali organisasi dunia yang berkecimpung mengurusi masalah pemanasan global dan bumi yang hijau. Setidaknya dengan memberikan dan dukungan dana meskipun sedikit bisa membantu upaya mereka dalam menyelamatkan bumi.

  1. Membeli dengan Cerdas

Saatnya kita menjadi pembeli yang cerdas, pembeli yang tahu informasi mengenai mana produk yang mendukung green earth mana yang tidak.

  1. Stop Berdebat dan Segera Lakukan.

Perubahan iklim adalah masalah besar dan rumit yang tidak akan hilang dengan sendirinya. Namun ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan bumi yang hijau, energi yang terbarukan.

https://sheline28.files.wordpress.com/2011/11/images31.jpeg

http://www.kaskus.co.id/thread/50a9bf0a5a2acffd4e000070/13-cara-menjaga-bumi-kita-dan-menyelamatkan-indonesia-tercinta

http://www.gomuda.com/2012/12/9-cara-sederhana-menyelamatkan-bumi.html

dengan perubahan.

Teknik Turun / Rappeling

Rappelling adalah kegiatan outdoor mirip climbing. Bedanya kita bukannya naik, tapi malah turun dengan bantuan tali. Teknik ini biasanya digunakan untuk menuruni tebing. Dikategorikan sebagai teknik yang sepenuhnya bergantung dari peralatan. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut :

 

  1. Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung.
  2. Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun.
  3. Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan.

2012-08-11-12-29-55rappelling

Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling

  1. Body Rappel

Menggunakan peralatan tali saja, yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas.

  1. Brakebar Rappel

Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, tali, dan brakebar. Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Pemakaiannya hampir serupa, dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar.

  1. Sling Rappel
    Menggunakan sling/tali tubuh, carabiner, dan tali. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain, dan dirasakan cukup aman. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch.
  2. Arm Rappel / Hesti

Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam.

Dalam rappeling, usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing, dan jangan terlalu cepat turun. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Sebelum memulai turun, hendaknya :

  1. Periksa dahulu anchornya.
  2. Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan.
  3. Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah).
  4. Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun, ke atas dan ke bawah, sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya, selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada.
  5. Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan lainnya.

Peralatan yang diperlukan untuk melakukan rappeling antara lain :
1. Tali pendakian
2. Carabiner
3. Sling
4. Descender
5. Harnes
6. Sepatu
7. Anchor

Penyakit Gunung Dan Penanganannya

Penyakit gunung biasanya hadir di sela kita saat kita sedang aktif dalam kegiatan pendakian gunung. Sering juga kita tidak menyadarinya atau tidak mengetahuinya. Padahal, aneka penyakit gunung akan menjadi berbahaya apabila kita telah terkena dan lambat dalam penanganannya. Berikut ini untuk menambah pengetahuan kita tentang penyakit gunung dan cara penanganannya.

HEAT CRAMPS

Heat Cramps atau kram karena panas adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan, yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas. Heat Cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam ( termasuk natrium, kalium dan magnesium ) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera diatasi, Heat Cramps bisa menyebabkan Heat Exhaustion.

Gejalanya: 1. Kram yang tiba – tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki. 2.Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan, terasa sangat nyeri.

Penanganannya: Dengan meminum atau memakan minuman / makanan yang mengandung garam.

HEAT EXHAUSTION

Heat Exhaustion atau kelelahan karena panas adalah suatu keadaan yang terjadi akibat terkena / terpapar panas selama berjam – jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan. Jika tidak segera diatasi, Heat Exhaustion bisa menyebabkan Heat Stroke.

Gejalanya: 1.Kelelahan. 2.Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat. 3.Jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas. 4.Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.5.Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab. 5.Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.

Penanganannya: Istirahat didaerah yang teduh dan Berikan minuman yang mengandung elektrolit.

HYPOTERMIA

Hypotermia adalah suatu keadaan dimana kondisi tubuh tidak dapat menghasilkan panas disertai menurunnya suhu inti tubuh dibawah 35oC. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya :

Suhu yang ekstrim, pakaian yang tidak cukup sehingga mengenakan pakaian basah, kurangnya makanan yang mengandung kalori tinggi.

Gejalanya: 1.Menggigil. 2.Dingin, pucat, kulit kering. 3.Bingung, sikap – sikap tidak masuk akal, lesu, ada kalanya ingin berkelahi. 4.Jatuh kesadaran. 5.Bernapas pelan dan pendek. 5.Denyut nadi yang pelan dan melemah.

Penanganannya:

-Jangan biarkan orang yang terkena Hypotermia tidur, karena hal ini dapat membuatnya kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu lagi menggangatkan badannnya sendiri. Menggigil adalah usaha secara biologis dari badan untuk tetap hangat, karena itu usahakan untuk tidak tidur.

-Berilah minuman hangat dan manis kepada si penderita Hipotermia.

-Bila baju yang di pakai basah segera mungkin gantilah dengan baju yang kering.

-Usahakan untuk mencari tempat yang aman dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung lainnya.

-Jangan baringkan si penderita di tanah dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat.

-Masukkanlah si penderita ke dalam kantong tidur. Usahakan agar kantong tidur tersebut di hangatkan terlebih dahulu ke dalam kantong tidur tersebut. Ingat, memasukkan penderita Hipotermia ke dalam kantong tidur yang dingin tidak akan memadai karena badan si penderita tidak akan dapat lagi menghasilkan panas yang mampu menghangatkan kantong tidur tersebut.

-Letakkan yang di isi dengan air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantong tidur.

-Bila kantong tidur cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat membantu si penderita secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Kalau mungkin, dua orang masih sehat masuk ke dalam kantong tidur rangkap dua, kemudian si penderita di selipkan di tengah tengahnya.

-Kalau dapat buatlah perapian di kedua sisi si penderita.

-Segera setelah si penderita sadar berikanlah makanan dan minuman manis, karena hidrat arang merupakan bahan baker yang cepat sekali menghasilan panas dan energi.

KRAM OTOT

Penyakit ini timbul akibat kekurangan kadar garam dalam tubuh.

Gejalanya: 1.Kejang – kejang pada otot yang datangnya secara mendadak 2.Nyeri pada otot yang tegang yang datangnya berulang – ulang

Penanganannya: Baringkan penderita lalu Renggangkan otot – otot yang kram dengan menarik atau mendorongnya dan bisa juga diberikan tablet garam.

Sumber : belantaraindonesia.org

 

Sejarah Pecinta Alam Indonesia

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia – manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan – slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

( Soe Hok Gie – Catatan Seorang Demonstran )

Salam Lestari!

Kali ini kami akan membahas sejarah singkat dari Pecinta Alam di Indonesia. Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan “Pecinta Alam” awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme – patriotik.

Era pecinta alam sesudah meninggalnya Soe Hok Gie ditandai dengan adanya ekspedisi besar – besaran, dan era berikutnya ditandai dengan Era 1969 – 1974, merupakan era antara masa kematian Gie dan masa muncul munculnya Kode Etik Pecinta Alam .

 

Era ini menandai munculnya tatanan baru dalam dunia kepecinta – alaman, dengan diisahkannya Kode Etik Pecinta Alam ( KEPAI ) di Gladian IV Ujungpandang, 24 Januari 1974. Ketika itu di barat juga sudah mengenal suatu ‘Etika Lingkungan Hidup Universal’ yang disepakati pada 1972. Era ini menandakan adanya suatu babak monumental dalam aktivitas kepecintaalaman Indonesia dan perhatian pada lingkungan hidup di negara – negara industri. Lima tahun setelah kematian Gie, telah memunculkan suatu kesadaran untuk menjadikan Pecinta Alam sebagai aktivitas yang teo – filosofis, beretika, cerdas, manusiawi / humanis, pro – ekologis, patriotisme dan anti – rasial.

Dalam Etika ‘Etika Lingkungan Hidup Universal’ Ada 3 etika yang merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :

Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill noting but time.

Dalam Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, disebutkan :

– Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

– Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai   anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

 

PRINSIP DASAR PETUALANGAN DAN PECINTA ALAM

  1. Dalam pelaksanaan kegiatan petualangan terdapat etika dan prinsip dasar yang sudah disepakati bersama. Etika dan prinsip dasar tersebut muncul sebagai rasa tanggung jawab kepada alam. Selain didukung dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai, juga dalam petualangan mutlak diperlukan kemampuan yang mencukupi. Kemampuan itu adalah kemampuan teknis yang yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan. Sebagai contoh, pendaki harus memahami ritme berjalan saat melakukan pendakian, menjaga keseimbangan pada medan yang curam dan terjal sambil membawa beban yang berat serta memahami kelebihan dan kekurangan dari perlengkapan dan peralatan yang dibawa serta paham cara penggunaannya.
  2. Kemampuan kebugaran yang mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. Berikutnya, kemampuan kemanusiawian. Ini menyangkut pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi / kemauan, percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisis diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.

 

  1. Seorang pendaki seharusnya dapat memahami keadaan dirinya secara fisik dan mental sehingga ia dapat melakukan kontrol diri selama melakukan pendakian, apalagi jika dilakukan dalam suatu kelompok, ia harus dapat menempatkan diri sebagai anggota kelompok dan bekerja sama dalam satu tim.

 

  1. Tak kalah penting adalah kemampuan pemahaman lingkungan. Pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan spesifik. Wawasan terhadap iklim dan medan kegiatan harus dimiliki seorang pendaki. Ia harus memahami pengaruh kondisi lingkungan terhadap dirinya dan pengaruh dirinya terhadap kondisi lingkungan yang ia datangi.

Keempat aspek kemampuan tersebut harus dimiliki seorang pendaki sebelum ia melakukan pendakian. Sebab yang akan dihadapi adalah tidak hanya sebuah pengalaman yang menantang dengan keindahan alam yang dilihatnya dari dekat, tetapi juga sebuah resiko yang amat tinggi, sebuah bahaya yang dapat mengancam keselamatannya.

(www.belantaraindonesia.org)

Sekian Boxy untuk kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua!

Soe Hok Gie

GIE.jpgSoe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman.
Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI. Alasan didirikannya organisasi tersebut dikarenakan jenuh dengan situasi yang penuh intrik dan konflik politik di kalangan mahasiswa waktu itu. Salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m.
Gie meninggal di Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 (16 Desember 1969) akibat gas beracun. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Pada tanggal 24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Anatoli Nikolaevich Boukreev

anatoli.jpg

Mountains are not Stadiums where I satisfy my ambition to achieve, they are the cathedrals where I practice my religion.” ― Anatoli Boukreev

merupakan yang menjadi salah satu arsitek kesuksesan Indonesia sebagai Negara Asia Tenggara petama yang mencapai puncak dunia dengan Tim Ekspedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan dari pendaki-pendaki sipil (Wanadri, Mapala UI, FPTI, Rakata) dan militer (KOPASSUS) yang sebagian besar belum pernah melihat dan menyentuh salju

Anatoli Nikolaevich Boukreev  [16 Januari 1958 – 25 Desember 1997] pendaki profesional Kazakhstan, Rusia. Pendaki yang telah melakukan pendakian tujuh puncak dari 14 puncak 8000-an tanpa bantuan tabung oksigen. Dengan catatan 18 kesuksesan mendaki puncak-puncak 8.000 sepanjang tahun 1989 hingga 1997. Mendapat reputasi sebagai pendaki elit internasional, untuk pendakian K2 tahun 1993 dan Everest lewat rute North Ridge, tapi semakin terkenal sejak melakukan tindakan penyelamatan secara heroik pada tragedi Everest 1996.

Boukreev lahir di Korkino, Uni Soviet. Ia berasal dari Narod, terlahir dari keluarga biasa dari orang tua yang cukup miskin. setelah menamatkan sekolahnya tahun 1975, ia kuliah ke Univ. Chelyabinks, mengambil jurusan keguruan/pendidik ilmu fisika dan meraih gelar sarjanannya tahun 1979. Pada tahun yang sama ia juga menamatkan pelatihan program ski cross-country.

Tragedi Everest 1996

Boukreev menjadi dikenal sebagai pemandu utama bagi ekspedisi Mountain Madness yang dipimpin Scott Fischer pada Mei 1996. Timi ini meruapakan salah satu tim dari beberapa tim ekspedisi yang hendak mencapai puncak Everest pada hari itu, yakni 10 Mei. Beberapa saat usai menggapai puncak, pada 10 Mei itu, badai bencana melanda. Banyak pendaki yang terjebak di dekat puncak sepanjang malam, dan sebelum tanggal 11 Mei, delapan pendaki dari tiga tim ekspedisi yang berbeda tewas. Boukreev berhasil menyelamatkan tiga pendaki yang terjebak di ketinggian di atas 8000 mdpl, dan enam dari semua klien pendakian ekspedisi Mountain Madness mampu bertahan dari ekspedisi penuh cobaan itu.

Galen Rowell menggambarkan upaya penyelamatan Boukreev ini di Wall Street Journal sebagai: “Salah satu penyelamatan yang paling menakjubkan dalam sejarah pendakian. Dilakukan seorang diri beberapa jam setelah mendaki Everest tanpa oksigen …”

Avalanche di Annapurna

Pada tahun 1997, Boukreev adalah penerima penghargaan David A. Sowles Memorial Award. Diberikan oleh American Alpine Club. Salah satu klub pendaki tertua di Amerika Serikat. Disampaikan kepadanya oleh Jim Wickwire, orang Amerika pertama yang berhasil menggapai puncak K2. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi American Alpine Club, atas keberaniannya dalam menyelamatkan pendaki di tragedi Everest 1996. Usaha Boukreev itu disebut sebagai Amazing Resque, sementara ia dijuluki the Ghost of Everest. Tiga minggu kemudian, Boukreev sudah berusaha memanjati sisi selatan Annapurna I, 8.091 m (26.545 ft) bersama Simone Moro, pendaki Italia. Mereka didampingi Dimitri Sobolev, pembuat film dari Kazakhstan yang mendokumentasikan usaha itu.

Pada 25 Desember, sekitar tengah hari, Boukreev dan Moro sedang memperbaiki tali di Couloir, sekitar 5.700 m (18.700 kaki). Tiba-tiba, sebuah tebing es besar pecah, luruh dari ketinggian dinding Barat Annapurna Western Wall. Avalanche bergemuruh turun dari 800 m ( 2.600 ft ). Avalanche memukul Moro menuruni gunung, mendarat tepat di atas tenda mereka di Camp I, 5.200 m (17.100 kaki). Beruntung, Moro yang entah bagaimana ceritanya ia tetap di bagian atas puing-puing longsoran dan berhasil ke luar sendiri dari timbunan salju setelah beberapa menit. Tapi ia tak melihat atau mendengar tanda-tanda keberadaan Boukreev atau Sobolev, yang menghilang di bawah balok es seukuran mobil, Moro turun ke base camp Annapurna, lalu diterbangkan helikopter kembali ke Kathmandu untuk mengoperasi tangannya, yang luka robek sampai tendon. Sebelum kecelakaan itu terjadi tanggal 23 Desember 1997, Simone telah terkena frostbite jari kaki dan tangannya, kemudian luka bakar akibat gesekan tali ketika terseret longsoran avalanche itu.  Linda Wylie, rekannya, mencatatkannya dalam buku berjudul Above the Clouds: The Diaries of a High-Altitude Mountaineer, 2002.

Berita kecelakaan sampai New Mexico, pada tanggal 26 Desember, Linda Wylie, pacar Boukreev, berangkat ke Nepal. Pada tanggal 28 Desember, beberapa usaha pencarian dilakukan di lokasi avalanche menggunakan helikopter, namun cuaca buruk pada akhir Desember menghadang tim pencari untuk menuju Camp I. Tanggal 2 januari 1998, lima orang tim rescue dari Army Sport Club Rusia—Boukreev termasuk anggotanya—yang dipimpin oleh Rinat. Khaibullin mencoba melakukan pencarian jasad Boukreev ke lokasi kecelakaan itu. Selama dua pekan usaha pencarian itu tetap tidak membuahkan hasil. Pada tanggal 3 Januari 1998, para pencari akhirnya mampu mencapai Camp I, dan menemui tenda kosong. Dengan rasa sedih yang dalam, Linda Wylie mengeluarkan pernyataan pilu dari Kathmandu : Ini adalah akhir… tak ada harapan untuk menemukannya hidup-hidup. Ternyata jasad the Ghost of Everest itu tak pernah diketemukan lagi, menyusul rekan-rekannya, Scott Fischer, Rob Hall dan Vladimir Baskirov, tewas di Vladimir Baskirov, tewas di Puncak Tengah Lhotse pada tahun 1997.

Sumber: http://cerita-kembara.blogspot.co.id/2014/02/sang-heroik-anatoli-boukreev_20.html

Norman Edwin

Norman Edwin lahir di Sungai Gerong, Sumatera Selatan, pada tanggal 16 Januari 1955, kuliah di jurusan Sejarah Universitas Padjdjaran, Bandung, dan jurusan Arkeologi Universitas Indonesia. Beliau aktif di kegiatan Mapala UI sehingga namanya sepertinya tidak bisa lepas dari organisasi tersebut. Norman memiliki kebiasaan selalu mendokumentasikan dan mencatat perjalanan kegiatannya, yang merupakan ciri penulis tangguh, yang segera dapat dilihat dari tulisannya yang sangat detil, logis, akurat, tapi juga cukup populer dan bebas. Kegiatan kepenulisannya berkaitan dengan pekerjaannya sebagai wartawan, ekspedisi/ peneliti ilmiah, maupun misi search and rescue (SAR). Saya membayangkan ia tetap membuat catatan-catatan kecil tak peduli dimanapun ia sedang berada, di gunung, saat di dalam gua, atau di atas kapal yang senantiasa bergoyang dengan angin laut.

 NORMAN EDWIN.jpg

 

Norman meninggal pada pertengahan April 1992 saat mendaki Gunung Aconcagua (6.959 mdpl) bersama Didiek Samsu Wahyu Triachdi. Pendakian tersebut adalah bagian dari seri pendakian oleh Mapala UI dalam ekspedisi Seven Summit (Aconcagua, Cartensz Pyramid, McKinley di Alaska (Amerika Serikat), Kilimanjaro di Tanzania (Afrika), dan Elbrus di Rusia). Indonesia kehilangan dua pendaki terbaiknya sekaligus.

 

Meninggalnya mereka berdua banyak diliput oleh Media nasional dan international. Kala itu Norman juga menjadi pemimpin dari ekspedisi team MAPALA UI di gunung yg disebut juga ‘The Devil’s Mountain’ itu. Memang banyak juga yang meragukan Norman kala itu, namun berbekal pengetahuan dalam Penelusuran gua, Pendakian Gunung, Pelayaran, Arung Jeram serta sejumlah pengalaman Rescue di Irian Jaya, Kalimantan, Africa, Kanada bahkan Himalaya, membentuk kecepatan dan kekuatan phisik pada dirinya yang telah bergabung di Mapala UI sejak tahun 1977. Sampai akhirnya terpilih menjadi Leader dalam Expedisi ini bersama Didiek, Rudy “Becak” Nurcahyo, Mohamad Fayez and Dian Hapsari, satu satunya wanita dalam team tersebut.

 

Pengalaman selama 15 tahun dalam berpetualang sudahlah cukup bagi Norman untuk tetap berangkat. Saat expedisi berlangsung, badai salju menghantam Team ini dan akhirnya merenggut nyawa dua pendaki ini. Jenazah Didiek ditemukan terlebih dahulu pada tanggal 23 Maret atas laporan beberapa pendaki dari negara lain yang sempat melihat mereka berdua di ketinggian 6400 m, hanya tinggal beberapa ratus meter menuju Puncak Aconcagua. Sedangkan jenazah Norman ditemukan beberapa hari kemudian dan langsung diterbangkan ke Jakarta pada tanggal 21 April 1992.

 

SUMBER : http://infopendaki.blogspot.co.id/2012/03/biografi-norman-edwin-kisah-pendakian.html